INFANSUS ANGKATAN 22

INFANSUS ANGKATAN 22
THIS IS OUR YOUTH INDONESIA .. we are a part of Paskibra SMAN 1 TAMBUN SELATAN. we were born on 23 August 2008. we usually called DUDULZ (Dua-Dua Lovers). and we are very proud to be part of a large family INFANSUS.

Senin, 02 Mei 2011

curahan hati (curhat) Lagi

Tonight I feel the anxiety again.
Do not know how long I will continue like this.
Always be thinking about something that is not possible.
Always be thinking about people who do not necessarily think of me as well.
There's always hope he will remember me again.
And I always dreamed to be a princess for the prince as he.
Never tired of my days I decorate with my wishful thinking about him.
But like I started to feel vulnerable with an unclear situation like this.
During this time I was too happy with my dreams a million so I will be able to survive.
Now I will slowly begin to weary with my dreams, I feel so sick today.
If you know what I think.
If you know the feeling of what I save for you so far.
I slumped to remember you, I was too sick to save it to your feelings.
how much longer I will survive with conditions like this?

Minggu, 01 Mei 2011

Asal Usul Kumandang Adzan

Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dimusnahkan. Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya.
Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya. Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama`ah. Kini, hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya. Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul dimasjid masing-masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama`ah dimulai.
Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba. Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ke tempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng. Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing. Pendeknya ada banyak saran yang timbul.
Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain.
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb : “Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.
Orang tersebut malah bertanya, “Untuk apa ?”. Aku menjawabnya,”Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat.” Orang itu berkata lagi,”Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?” Dan aku menjawab ” Ya !” Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang ,” Allahu Akbar,…Allahu Akbar…..”
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,”Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.”
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW. Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini. (Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)

Bau Harum Masyithah

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.
Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara.
Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.
Tuhanku Allah
Tidak diragukan lagi, siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat, mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar, pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda, ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.” (Bukhari)
Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt.
Rasulullah saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”
Jibril menjawab, ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.
Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, “Wahai Fulanah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab, “Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.” Fir’aun marah besar. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas; agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun, “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” Fir’aun menuruti permintaannya.
Bismillah
Sungguh, Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Ia hidup di istana raja. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. telah membuncah di kalbunya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya.
Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu, maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban, tanpa paksaan, dan tanpa rasa takut. Inilah yang dilakukan Masyithah. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci, ”Bismillah”, tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Bahkan, ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya, ia menolak tegas dengan mengatakan, ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.”
Ia tidak takut siksaan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi, ia hadapi dengan tegar.
Ujian Kalbu
Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. dan rela dengan agama yang mereka anut. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Akan tetapi Allah swt. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya, tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.
Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Namun, dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun.
Pelajaran dari Kisah Masyithah
Masyithah telah wafat. Tapi, kisahnya belumlah berakhir. Sampai saat ini, kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Karena, Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi.
Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah, di antaranya:
· Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Karena, iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl:128)
· Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda, ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (Muslim)
· Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil, antara kebaikan dan keburukan. Meskipun keburukan banyak dan beragam, namun pasti ujungnya akan lenyap. Karena yang asli adalah kebaikan.
· Allah swt. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Sebab, ujian itu sunnatullah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.
· Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
· Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah.
· Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Allah swt. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum, dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah, dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.
· Allah swt. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain.
· Sungguh, cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi, tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. Ending-nya tidak akan berubah, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Ar Rum: 47, ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa, dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”
(Disadur dari Majalah Al-Mujtama’ Edisi Februari 2007).

Sabtu, 30 April 2011

Bintang telah redupkan ku

kini ku dapati malam kembali menghampiri
saat gelap membuat ku tak tenang
kini ku dapati sunyi menyerang
saat angan kembali menguasai hati
kembali tak mampu kendalikan
kembali kehilangan jati diri
kembali menengok keindahan
dan kembali memejamkan mata seiring dengan mimpi yang menggebu

pertama ku lihat bintang, sinarnya begitu indah
kilauan sinarnya membuat hati mampu menampung nyaman
setitik cerah mampu memukau jiwa
walau bintang hanya datang di saat terang bergulir menjadi gelap
walau bintang tak selalu hadir di setiap malam
walau bintang terkadang tega meninggalkan sang bulan sendiri
walau bintang teramat jauh untuk bisa di sentuh
walau bintang tak seadil matahari
namun bintang mampu membuat segalanya terasa indah walau hanya dengan singkat

tapi...
dimanakah kau berada sekarang bintang ku ?
dimanakah sinar mu itu ?

akupun mulai tersadar bahwa kau memang teramat sulit untuk ku rasakan indahnya
teramat susah ku menjangkau mu wahai bintang ku..
dan saat ini
malam ini
BINTANG  TELAH REDUPKAN KU ..

curahan hati (curhat)

Bismillahirrohmanirrohim..
(walaupun 'jujur' pada saat gue nulis postingan ini gue sedang merasakan PUSING yang luar biasa o-o)
hmmm...
hari ini gue TIRED banget..
SATURDAY ini gue mulai hari gue dengan lari pagi di GRENWIS bersama kedua orang aneh (si DANPAS beler Dyah Ayu dan si wanita SANGAR Sumarni atau dikenal orang dengan nama Ani). Pada waktu gue lari pagi, gue dan kedua teman gue itu lebih banyak memfokuskan mata ke arah cowo-cowo HANDSOME dari pada fokus sama jalan yang mau dilewatin buat lari. (huh nyutnyutan ni kepala) Tapi walaupun otak nggak sinkron sama tujuan buat lari pagi, tetep aja kita bertiga bisa melanjutkan lari-lari kecil itu dan tubuhpun menjadi sehat (o yeaa).
NEXT...selesai lari gue sama tuh 2 orang mampir ke sebuah tempat yang dimana tempat itu memasang spanduk bertuliskan "BUBUR AYAM", di sebuah pondok kecil itulah kami sejenak melonggarkan urat-urat kaki yang sempat tegang beberapa jam setelah di ajak lari tadi (lebay ikh). Sambil di temani teh hangat kami menuggu sang BUBUR AYAM datang kemeja kami. AFTER SOME TIME, bubur ayampun datang dan hanya butuh waktu beberapa menit saja (ya iyalah mas' juga beberapa jam) kami menang bertarung dengan sang BUBUR AYAM dan ALHASIL kami dapat menghabiskan BUBUR AYAM itu.
AFTER THAT...kita pulang, dan akan berencana buat ngumpul lagi dirumahnya si DANPAS  siangnya  untuk menghadiri TECHNICAL MEETING @GOR BEKASI buat acara wisata air bersama para TNI AL pada tanggal 7 mei 2011 nanti. (parah ni sakit banget kepala gue -.-) setelah sampai di Gor Bekasi kamipun mengikuti acara TM itu dengan penuh KETIDAKSERIUSAN (alias becanda mulu), nggak konsen ikut TM disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu..

  1. waktu pertama kali dateng ke tempat TM dikirain acaranya di dalam gedung apa gitu, ehhh...ternyata TMnya hanya ngumpul-ngumpul di sebuah pendopo kecil di samping tempat pemancingan gitu (-,-)
  2. waktu ngeliatin orang-orang yang ikut TMnya pada ngumpul yang tadi awalnya pengen liat cowo HANDSOME tapi ternyata gue dikecawain dengan TIDAK ADA SATUPUN cowo HANDSOME disana (hmm)
  3. selang beberapa menit berlangsungnya acara TM, tiba-tiba JUNIOR kesayanganpun muncul dengan Pakaian Dinas Latihannya (PDL), dan sejenak sang JUNIOR jadi PUSAT PERHATIAN orang-orang disana (:D)
  4. setelah para anak PASKIBRA berkumpul di acara itupun maka secara tidak langsung kita selalu membuat KEBISINGAN dan menunjukan tingkah-tingkah aneh disana (hahaha mantepp kan).

Itulah beberapa alasan dari sekian banyak alasan yang bisa di ungkapkan penyebab ketidakfokusan gue menjalankan waktu-waktu gue hari ini.
Dan aktifitas gue hari ini SUCCESS membuat KEPALA GUE jadi sakit banget + pusing banget + cenat-cenut... (hoahhh)

give applause to Saturday this week

(sekian curhatan nyutnyutan gue hari ini)

Jumat, 29 April 2011

ABOUT US AT PASKIBRA BONLAP (SMAN 1 TAMBUN SELATAN)

Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh..
SALAM PASKIBRA !!!
Sebelumnya saya (fitri tsaniah) mau bilang THANK'S TO ALLOH SWT yang udah izinin saya untuk bisa bikin Blog sederhana ini..
Disini saya akan mendeskripsikan sedikit tentang salah satu organisasi yang saya naungi selama saya duduk di bangku SENIOR HIGH SCHOOL. Nama organisasi itu adalah Pasukan Pengibar Bendera atau yang sering disebut dengan PASKIBRA. Pertama kali saya bergabung dengan  PASKIBRA, saya merasa bahwa organisasi ini bagaikan "HELL" buat saya (wahh serem yaa..). di PASKIBRA saya selalu ditempa pleh para "senior", di bentak-bentak lah, di suruh ini-itu, berasa kayak jadi manusia yang selalu salah kalau udah di depan "senior". Hampir 2 tahun perasaan tidak tenang itupun (hoaahh lebay dikit) saya rasakan terus-menerus. "GONDOK" sama senior sih udah jadi hal yang biasa (malah seneng sama senior juga jarangbanget), tetapi lama kelamaan "ditempa terus" saya pun jadi merasa ada sesuatu yang beda dalam organisasi ini. Saya jadi berfikir kalau apa yang saya dapatkan dari organisasi ini banyak sekali memiliki sisi POSITIF nya. Beberapa hal EVOLUSI yang saya rasakan adalah..
  • jadi lebih cuek sama orang yang nggak penting dan jadi lebih peduli sama sesama anak PASKIBRA (doang :D)
  • jadi lebih PEDE (kepedean)
  • jadi lebih berani (berani menentang senior, hhaha..:D piss^^akang teteh)
  • jadi merasa punya jiwa kepemimpinan
  • jadi terkenal di sekolah, khususnya para guru (karna keseringan dispen)
  • (tapi malah) jadi nggak dikenal sama teman sekelas
  • kulit muka jadi (jauh) lebih gelap
  • jadi tahan panas-panasan
  • jadi bisa push up
  • jadi bisa FEMOUS di kalangan kakak kelas dan adik kelas (gara-gara sering pake NEM TEG)
  • jadi ditakutin sama orang (gara-gara muka gue serem kali ya??)
  • jadi merasa berwibawa
  • jadi ngrasa KEREN BANGET kalo lagi jalan bareng 22 ke kantin sekolah (diliatin orang broo)
  • jadi bisa ngerasain lomba yang kerennn banget dehh tempatnya
  • gara-gara masuk PASKIBRA saya bisa jadi TDP 1 (Tim Disiplin Pelajar) (dapet TDP SATU lagi, huuuhh bangganya jadi yang SATU dari bebrapa urutan lainnya haha)
  • dan gara-gara sering di omelin sama para PAMLAT di PASKIBRA, saya jadi kena karmanya juga dan alhasil saya pun (ikut-ikutan) jadi THE NEXT PAMLAT (itu loh yang pake baju item-item, yang kata junior gue sih serem ngeliatnya :D).
  • dan dari beberapa pernyataan di atas yang jauh lebih penting ADALAH saya bisa NGERASAIN APAPUN YANG ORGANISASI LAIN DAN DI SEKOLAH MANA PUN NGGAK RASAIN karena organisasi saya yang paling TOP ya cuma PASKIBRA dan hanya ada di PASKIBRA nya BONLAP.
hmmmm (menghela nafas)... :o
sampai saat ini saya menulis posting ini pun saya masih LOVE banget sama PASKIBRA.
thank's to akang teteh INFANSUS.
kalau organisasi lain bilangnya organisasi mereka selalu di hati tapi tidak untuk saya karena bagi saya PASKIBRA selalu di JANTUNG saya karena jantung selalu mengalirkan darah ke tubuh saya untuk saya bisa hidup dan begitu juga dengan PASKIBRA yang selalu mengalir di tubuh saya dan SELALU memberikan saya SPIRIT !!!


HIDUP INFANSUS !!!!!

Kamis, 28 April 2011

Unforgettable..
satu hati..
satu fikiran..
satu niat..
satu tujuan..
satu perjuangan..
itu yang kami punya untuk melangkah bersama..
pasti dalam satu langkah dan derap seirama..