cerahnya mentari tak dapat mengalahkan indahnya senyuman mu.
Hangatnya mentari tak dapat menutupi kehangatan yang kau berikan.
Sosok mu kian indah di hatiku.
Tulus mu tak terbayang betapa besar di jiwa ku.
Peri kecil ku...
Madu apa yang kau beri untukku sampai-sampai tak kuasa diriku membuang manisnya?
Hmmmm...
Tahu kah engkau peri kecil ku, rindu ku akan sosok mu kini semakinmenggebu di hati ku.
Tahu kah engkau bidadari ku, sungguh haus tubuh ku saat kau tak lagi memberiku kasih mu.
Ibu...
Kau takkan terganti di hati ku.
Kau satu di hati ku.
Hanya ibu yang membuat ku kenal apa itu rindu.
Hanya ibu yang membuat ku mengenal apa itu senyum.
Hanya ibu yang membuat ku mengenal apa itu perjuangan.
Ibu...
Walau kau jauh di seberang pulau, tapi sayang ku dekat di hatimu.
Walau hanya 24 jam dalam beribu-ribu detik kau tatap aku , tapi cinta ku abadi di sudut hatimu.
Peri kecil ku...
Sampai dunia kehilangan oksigennya pun aku tetap menunggu mu disini, menanti penantian yang tak tahu ada ujungnya atau tidak.
Hanya ibu yang bisa cerahkan ku.
Walau terkadang sungguh benci diri ini karena tak bisa temanimu dipulau itu bersama segala ke gundahan mu.
(special to my mom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar